Ampunilah HambaMU ini

Gambar

Ya Allah, inilah aku, hamba yang telah Kau beri nikmat, sebelum dan sesudah Kau ciptakan,
Telah Kau perintahkan aku untuk mematuhiMu tapi aku membangkang,
Telah Kau larang aku mengerjakan maksiat tapi aku melawan,
Karena hawa nafsu dan musuhMu membantuku melakukan itu
Inilah aku di hadapanMu, kecil, hina, rendah dan ketakutan,
Mengakui dosa besar yang sudah kulakukan
Dan begitu banyak kesalahan yang sudah kukerjakan
Ampunilah semua dosa-dosaku, yang kecil hingga yang besar yang kiranya tidak akan terampuni bila aku tidak memohon ampunanMu dengan sepenuh hati,
Ya Allah,Ampunilah semua dosa-dosaku yang sengaja aku lakukan atau yang tiada pengetahuanku tentang dosa yang sudah aku lakukan,
Ya Allah, Ampunilah semua dosa-dosaku yang kemarin, hari ini dan yang aku lakukan di sisa umur pemberianMu ini
Ya Allah, Berikanlah kepadaku ampunan seperti yang Kau berikan ampunan pada orang-orang yang Kau kasihi,
Ya Allah, ampunilah kesalahan, kebodohan dan keterlaluanku dalam segala urusan, dan ampuni pula segala dosa yang Engkau lebih mengetahui daripada aku
Ya Allah, aku telah banyak berbuat zhalim terhadap diriku sendiri, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau, maka curahkanlah ampunan dan belas kasih kepadaku dari sisi-Mu. Sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
Y a Allah, Ampuni Hambamu ini yang terlalu banyak Menuntut KepadaMu Yang telah lalai akan kewajiban sebagai umat Nabi Muhammad SAW.
ALLAHUMMAGFIRLII KHATIIATII WAJAHLII WAISRAA FII AMRII KULLIHI WAMAA ANTA A’LAMU BIHI MINNI.
Aamiin ya rabbal ‘alamin.

 

Sakarotul Maut

Gambar
“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).
Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an :
  1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
    Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)
  2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
    Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:7 8)
  3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
    Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS al-Jumu’ah, 62: 8)
  4. Kematian datang secara tiba-tiba.
    Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)
  5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat|
    Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)
Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut
Sabda Rasulullah SAW : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)
Sabda Rasulullah SAW : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)
Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .
Ka’b al-Ahbar berpendapat : “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.
Imam Ghozali berpendapat : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.
Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. “Wahai manusia !”, kata pria tersebut. “Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.”
Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.
Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a’lam bis shawab.
 
Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim
Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.
Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.
Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.
Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS Al-An’am 6:93)
(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)
Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! ” Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.
Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”.
Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, “Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka”. Naudzu bila min dzalik!
 
Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa
Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.
Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)
Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya.
Allahumma Amin..

Menuntun Hati

Gambar

Kita tak perlu bercita-cita membangun kota Jakarta lbh baik kita bercita-cita tiap orang bisa membangun diri sendiri. Paling minimal punya daya tahan pribadi terlebih dahulu. Karena sebelum ia memperbaiki keluarga dan lingkungan minimal dia mengetahui kekurangan dirinya. Jangan sampai kita tak mengetahui kekurangan sendiri. Jangan sampai kita bersembunyi dibalik jas dasi dan merk. Jangan sampai kita tak mempunyai diri kita sendiri. Jadi target awal dari pertemuan kita adl membuat kita berani jujur kepada diri sendiri. Mengapa demikian? Sebab seorang bapak tak bisa memperbaiki keluarga kalau ia tak bisa memperbaiki diri sendiri. Jangan mengharap memperbaiki keluarga kalau memperbaiki diri sendiri saja tak bisa. Bagaimana berani memperbaiki diri jika tak mengetahui apa yg mesti diperbaiki. Kita harus mengawali segala dgn egois dahulu sebab kita tak bisa memperbaiki orang lain kalau diri sendiri saja tak terperbaiki. Seorang ustad akan terkesan omong kosong jika ia berbicara tentang orang lain agar memperbaiki diri sedang ia sendiri tak benar. Dalam bahasa Al-Qur’an “Sangat besar kemurkaan Allah terhadap orang berkata yg tak diperbuatnya”.Mudah-mudahan seorang ibu yg tersentuh mulai mengajak suaminya. Seorang anak mengajak orang tua di kantor seorang bos yg berusaha memperbaiki diri diperhatikan oleh bawahan dan membuat mereka tersentuh. Seorang kakek dilihat oleh cucu kemudian tersentuh. Mudah-mudahan dgn kegigihan memperbaiki diri nanti daya tahan rumah mulai membaik. Kalau sudah daya tahan rumah membaik insyaAlloh kita bisa berbuat banyak utk bangsa kita ini. Mudah-mudahan nanti tiap rumah tangga visi tentang hidup ini menjadi baik. Tahap selanjut adalah mau dibawa kemana rumah tangga kita ini apakah mau bermewah-mewahan mau pamer bangunan dan kendaraan atau rumah tangga kita ini adl rumah tangga yg punya kepribadian yg nanti akan menjadi nyaman. Jangan sampai rumah tangga kita ini menjadi rumah tangga yg hubuddunya krn semua penyakit akar dari cinta dunia ini. Orang sekarang menyebut materialistis. Bangsa ini roboh karena pecinta dunia terlalu banyak. Acara tv membuat kita menjadi yakin bahwa dunia ini alat ukur adl materi. Pelan tapi pasti kita harus mulai mengatakan dunia ini tak ada apa-apanya. Di dunia ini kita hanya mampir. Dengan konsep yg kita kenal yaitu rumus ‘tukang parkir’. Yang tadi bangga dengan merk menjadi malu dgn topeng yg dikenakannya. Nanti pelan-pelan akan menjadi begitu.Bukan kita harus hidup miskin. Nanti akan terjadi suasana di rumah tak goyah lbh sabar melihat dunia menjadi tak ada apa-apa dan tak sombong. Lihat kembali rumus ‘tukang parkir’ ia punya mobil tak sombong mobil ganti-ganti tak takabur diambil satu persatu sampai habis tak sakit hati. Mengapa ? krn tukang parkir tak merasa memiliki hanya tertitipi.Ketika melihat orang kaya biasa saja krn sama saja cuma menumpang di dunia ini jadi tak menjilat kepada atasan tak minder suasana kantor yg iri dan dengki jadi minimal. Saudara-saudaraku SekalianJadi visi kita terhadap dunia ini akan berbeda. Kita tak bergantung lagi kepada dunia tak tamak tak licik tak serakah. Hidup akan bersahaja dan proporsional. Sekarang kita sedang krisis masa ini dapat menjadi momentum krn dgn krisis harga-harga naik kecemasan orang meningkat ini kesempatan kita buat berdakwah. Mau naik berapa saja harga tak apa-apa yg penting terbeli. Jika tak terjangkau jangan beli yg penting adl kebutuhan standar tercukupi. Orang yg sengsara bukan tak cukup tetapi krn kebutuhan melampaui batas. Padahal Alloh menciptakan kita lengkap dgn rezekinya. Mulai dari buyut kita yg lahir ke dunia tak punyaapa-apa sampai akhir hayat masih makan dan dapat tempat berteduh terus. Orang tua kita lahir tak membawa apa-apa sampai saat ini masih makan terus berpakaian dan berteduh. Begitu pula kita sampai hari ini. Ha saja disaat krisis begini kita harus lbh kreatif. Mustahil Alloh menciptakan manusia tanpa rezeki kita akan bingung menghadapi hidup. Semua orang sudah ada rezekinya. Dan barangsiapa yg hati akrab dgn Alloh dan yakin segala sesuatu milik Alloh tiada yg punya selain Alloh kita milik Alloh. Kita hanya mahluk dan yg membagi menahan dan mengambil rezeki adl Alloh. Orang yg yakin seperti itu akan dicukupioleh Alloh. Jadi kecukupan kita bukan banyak uang tetapi kecukupan kita itu bergantung dgn keyakinan kita terhadap Allah dan berbanding lurus dgn tingkat tawakal. Alloh berjanji “Aku adalah sesuai dgn prasangka hamba-Ku”. Jadi jangan panik. Alloh penguasa semesta alam. Ini kesempatan buat kita utk mengevaluasi pola hidup kita. Yang membuat kita terjamin adl ketawakalan. Jadi yg nama musibah bukan kehilangan uang bukan kena penyakit musibah itu adl hilang iman. Dan orang yg cacat adl yg tak punya iman ia gagal dalam hidup krn tak mengerti mau kemana.Jadikita tak punya alasan utk panik. Krisis seperti ini ada diman-mana kita harus kemas agar berguna bagi kita. Kita tak bisa mengharapkan yg terbaik terjadi pada diri kita tapi kita bisa kemas agar menjadi yg terbaik bagi diri kita. Kita tak bisa mengharapkan orang menghormati kita tapi kita bisa membuat penghinaan orang menjadi yg terbaik bagi diri kita. Hal pertama yg harus kita jadikan rahasia kecukupan kita adl ketawakalan kita dan kedua adalah prasangka baik kepada Allah yg ketiga adl Lainsakartum laadziddanakum”Barangsiapa yg pandai mensyukuri ni’mat yg ada” Alloh akan membuka ni’mat lainnya. Jadi jangan takut dgn belum ada krn yg belum ada itu mesti ada kalau pandai mensyukuri yg telah ada. Jadi dari pada kita sibuk memikirkan harga barang yg naik lbh baik memikirkan bagaimana mensyukuri yg ada. Karena dgn mensyukuri ni’mat yg ada akan menarik ni’mat yg lainnya. Jadi ni’mat itu sudah tersedia. Jangan berpikir ni’mat itu uang. Uang bisa jadi fitnah. Ada orang yg dititipi uang oleh Alloh malah bisa sengsara krn ia jadi mudah berbuat maksiat. Yang nama ni’mat itu adl sesuatu yg dapat membuat kita dekat dgn Alloh. Jadi jangan takut soal besok/lusa takutlah jika yg ada tak kita syukuri.
Satu contoh hal yang disebut kurang syukur dalam hidup itu adl kalau hidup kita itu Ishro yaitu berlebihan boros dan bermewah-mewahan. Hati-hati yg suka hidup mewah yang senang kepada merk itu adl kufur ni’mat. Mengapa? Karena tiap Alloh memberi uang itu ada hitungannya. Mereka yg terbiasa glamour hidup mewah yang senang kepada merk termasuk yg akan menderita krn hidup akan biaya tinggi. Pasti merk itu akan berubah-ubah tak akan terus sama dalam dua puluh tahun. Harus siap-siap menderita krn akan mengeluarkan uang banyak utnuk mengejar kemewahan utk menjaga dan utk perawatannya. Dia juga akan disiksa oleh kotor hati yaitu riya’. Makin mahal tingkat pamer makin tinggi. Dan pamer itu membutuhkan pikiran lebih lelah dan tegang krn rampok akan berminat. Ingin diperlihatkan tapi takut dirampok jadi pening. Makin tinggi keinginan pamer makin orang lain menjadi iri/dengki. Pokok kalau kita terbiasa hidup mewah resiko tinggi. Ketentraman tak terasa. Hal yg bagus itu adl yg disebut syukur yaitu hidup bersahaja atau proporsional. Kalau Amirul Mukminin hidup sangat sederhana kalau seperti kita ini hidup bersahaja saja biaya dan perawatan akan murah. Kalau kita terbiasa hidup bersahaja peluang riya kecil. Tidak ada yg perlu dipamerkan. Bersahaja tak membuatorang iri. Dan aneh orang yg bersahaja itu punya daya pikat tersendiri. Pejabat yg bersahaja akan menjadi pembicaraan yg baik. Artis yg sholeh dan bersahaja selalu bikin decak kagum. Ulama yg bersahaja itu juga membuat simpati. Juga harus hati-hati kita sudah capai-capai hidup glamor belum tentu dipuji bahkan saat sekarang ini akan dicurigai.Yang paling penting sekarang ini kita ni’mati budaya syukur dgn hidup proporsional. Jangan capai dgn gengsi hal itu akan membuat kitabinasa. Miliki kekayaan pada pribadi kita bukan pada topeng kita. Percayalah rekan-rekan sekalian kita akan meni’mati hidup ini jika kita hidup proporsional.Nabi Muhammad SAW tak memiliki singgasana istana bahkan tanda jasa sekalipun hanya memakai surban Tetapi tak berkurang kemuliaa sedikitpun sampai sekarang. Ada orang kaya dapat mempergunakan kekayaannya. Dia bisa beruntung jika ia rendah hati dan dermawan. Tapi ia bisa menjadi hina gara-gara pelit dan sombong. Ada orang sederhana ingin kelihatan kaya inilah yg akan menderita. Segala sesuatu dikenakan segala dicicil dikredit. Ada juga orang sederhana tapi dia menjadi mulai krn tak meminta-minta jadi terjaga harga dirinya. Dan ada orang yg mampu dan ia menahan diri ini akan menjadi mulia. Mulai sekarang tak perlu tergiur utk membeli yg mahal-mahal yg bermerk. Supermarket mal dan sebagai itu sebenar tak menjual barang-barang primer. Alloh Maha Menyaksikan. Apa yg dianjurkan Islam adl jangan sampai mubadzir. Rasul SAW itu kalau makan sampai nasi yg terakhir juga dimakan krn siapa tahu disitulah barokahnya. Kalau kita ke undangan pesta jangan mengambil makanan berlebihan. Ini sangat tak islami. Memang kita enak saja rasa tapi demi Alloh itu pasti dituntut oleh Alloh. Dan itu mempengaruhi struktur rezeki kita karena kita sudah kufur ni’mat. Kita harus bisa mempertanggungjawabkan tiap perbuatan kita krn tak ada yg kecil dimata Alloh. Tidak ada pemborosan karena semua dihitung oleh Alloh.Contoh mandi kalau bisa bersih dgn lima sampai tujuh gayung tapi mengapaharus dua puluh gayung. Kita mampu beli air tetapi bukan utk boros. Ini penting kalau ingin barokah rezeki hematlah kuncinya. Kalau merokok biaya yg kita keluarkan adl besar hanya untuk membuang asap dari mulut kita. Jangan cari alasan. Seharus sudah saat berhenti merokok. Cobalah ingat ini uang milik Alloh. Kemudian sabun mandi jangan memakai sesuka kita takarlah atau kalau perlu pakai sabun batangan. Kenapa kalau kita bisa hemat tak kita lakukan. Uang penghematan kita bisa gunakan utk sedekah atau menolong orang yg lbh membutuhkan. Sedekah itu tak akan mengurangi harta kita kecuali bertambah dan bertambah. Ini pelajaran supaya hidup kita dijamin oleh Allooh. Kita tak bisa terjamin oleh harta/tabungan kalau Alloh ingin membuat penyakit seharga dua kali tabungan kita sangat gampang bagi Allah. Tidak ada yg dapat menjamin kita kecuali Alloh oleh krn itu jangan merasa aman dgn punya tabungan tanah dan warisan. Dengan gampang Alloh dapat mengambil itu semua tanpa terhalang. Aman itu justru kalau kita bisa dekat dgn Alloh. Mati-matian kita jaga kesehatan kalau Alloh inginkan lain gampang saja. Semua harta tak bisa kita ni’mati tetapi kalau Alloh melindungi kita Insya Alloh. Marilah hidup hemat tetapi hemat bukan berarti pelit. Proporsional atau adil adl puncak dari ahlak Contoh HP kalau tak terlalu perlu jual saja lagi. Janganlah dimiliki kalau hanya utk gaya saja. Penghematan akan mengundang barokah inilah yg disebut syukur ni’mat. Tujuan bukan mencari uang tetapi mempertanggung jawabkan tiap rupiah yg Alloh titipkan. Hal lain yg membuat barokah adl jika kita dapat mendayagunakan semua barang-barang kita. Di gudang kita pasti banyak barang yg tak kita pakai tetapi sayang utk dibuang. Coba lihat lemari pakaian kita banyak baju-baju lama begitu juga sepatu-sepatu lama kita. Keluarkanlah barang-barang yg tak berharga tersebut. Misalkan dirumah kita ada panci yg sudah rongsokanjika kita keluarkan ternyata merupakan panciidaman bagi orang lain. Di rumah kita tak terpakai tetapijika dipakai orang lain dgn kelapangan dan mengeluarkan doa bisa jadi itulah yg membuat kita terjamin. Kalau kita ikhlas demi Allah itu lbh menjamin rezeki kita daripada tak terpakai di rumah. Setiap barang-barang yg tak bermanfaat tetapi bermanfaat bagi orang lain itulah pengundang rezeki kita. Bersihkanrumah kita dari barang-barang yg tak berguna. Lebih baik rusak digunakan orang lain daripada rusak dibiarkan di rumah itu akan barokah rezekinya. Ini kalau kita ingin terjamin nama teori barokah. Kita takakan terjamin dgn teori ekonomi manapun. Sudah berapa banyak sarjana ekonomi yg dihasilkan oleh universitas di negeri ini tetapi Indonesia masih saja babak belur.Rumus pertama adl bersahaja kedua adl total hemat ketiga adl keluarkan yg tak bermanfaat yg keempat adl tiap kita mengeluarkan uang harus menolong orang lain atau manfaat. Kalau mau belanja niatkan jangan hanya mencari barang tetapi juga menolong orang. Belilah barang di warung pengusaha kecil yg dapat menolong omzetnya. Hati-hati dgn menawar pilihan kalau itu merupakan hal yg adil. Jangan bangga kalau kita berhasil menawar. Nabi Muhammad SAW bahkan kalau beli barang dilebihkan uang dari harga barang yg sebenarnya. Tidak akan berkurang harta dgn menolong orang. Jangan memilih barang-barang yg bagus semua pilihlah yg jelek sebagian. Kita itu untung jika membuat sebanyak mungkin orang lain untung. Jangan jadi bangga ketika kita sendiri untung orang lain tidak.
Jika kita jadi pengusaha kita jadi kaya ketika karyawan diperas tenaga gaji hanya pas buat makan sedang kita berfoya-foya demi Alloh kita akan rugi. Pengusaha Islam sejati tak akan berfoya-foya ia akan meni’mati karyawan sejahtera. Sehingga tak timbul iri yg ada adl cinta. Cinta membuat kinerja lbh bagus perusahaan lbh sehat. Kalau kapitalis pengusahanya bermewah-mewah ketika bawahan menderita. Jadi timbul dendam dan iri tiap ada kesempatan akan marah seperti yg terjadi di Bandung kemarin. Tetapi kalau kita senang mensejahterakan mereka anak kita sekolahkan. Dia merasa puas dan itulah nama keuntungan. Jadi mulai sekarang tiap membelanjakan uang harus menolong orang membangun ekonomi umat. Jadi tiap keluar harus multi manfaat bukan hanya dapat barang. Dengan membeli barang di warung kecil mungkin uang untuk menyekolahkan anak membeli sejadah membeli mukena Subhanallah. Saudara-saudaraku SekalianJadi krisis seperti ini akan berdampak positif kalau kita bisa mengemas dgn baik. Nanti ketika strategi rumah kita sudah bersahaja kehidupan kita jadi efisien anak-anak terbiasa hidup hemat kita di rumah tak mempunyai beban dgn banyak barang. Barang yg ada di rumah harus ada nilai tambah nyabukan biaya tambah. Setiap blender harus ada nilai produktif misal utk membuat jus kemudian dijual pasti barokah. Bukan membuat biaya tambah krn harus diurus dirawat dan membutuhkan pengamanan barang yg seperti ini tak boleh ada di rumah kita. Rezekikita pasti ada tinggal kita kreatifsaja. Tidak perlu panik Allah Maha Kaya. Sebagai amalan lain dalam situasi sesulit apapun tetaplah menolong orang lain krn tiap kita menolong orang lain kita pasti ditolong oleh Alloh. Jika makin pahit makin getir harus makin produktif bagi orang lain. Baik sukses maupun tak tetap lakukan dimanapun kita berada. Ketika kita sedang berjalan kakikemudian ada mobil yg hendak parkir bisa kita beri aba-aba. Ketika kita menyetir mobil ada yang mau menyebrang dahulukan saja kita tak tahu apa yg akan menimpa kita esok hari. Ketika kita sedang mengantri ada orang yg memotong berhentilah sebentar dgn mengalah berhenti barang lima menit tetapi membuat banyak orang bahagia. Jadi insya Alloh kalau hati kita sudah berbenah baik krisis ini akan lbh membuat hidup kita lurus. Hidup ini tak akan kemana-mana kecuali menunggu mati. Latihlah supaya kita sadar bahwa kita pasti mati tak membawa apa-apa. Kita hanya mampir sebentar di dunia ini.

Tanda Kebahagiaan Dunia

Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di masjid. Suatu hari ia ditanya oleh para tabi’in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) kunci kebahagiaan dunia, yaitu:

1. Qalbun syakirun (hati yang selalu bersyukur)
Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat ALLAH SWT, sehingga apapun yang diberikan ALLAH, ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan ALLAH.

Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu, “Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita”. Dan bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya.

2. Al azwaju shalihah (pasangan hidup yang sholeh)
Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholehah, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya.

3. Al auladun abrar (anak yang sholeh)
Saat Rasulullah SAW thawaf, beliau bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet- lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu, “Kenapa pundakmu itu?” Jawab anak muda itu, “Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya” Lalu anak muda itu bertanya, ” Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua?”

Nabi SAW memeluk anak muda itu dan mengatakan, “Sungguh ALLAH ridho kepadamu, kamu anak yang sholeh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu” Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang sholeh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan ALLAH.

4. Albiatu sholihah (lingkungan yang kondusif untuk iman kita)
Kita tentu boleh mengenal siapapun, tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat, haruslah orang- orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Sebagaimana Rasulullah yang menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh yang akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.

5. Al malul halal (harta yang halal)
Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. “Kamu berdo’a sudah bagus”, kata Nabi SAW, “Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan?” Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena do’anya akan sangat mudah dikabulkan ALLAH. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hati semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya.

6. Tafakuh fi dien (semangat untuk memahami agama)
ALLAH menjanjikan nikmat bagi umat-NYA yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada ALLAH dan rasul-NYA. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan meng “hidup” kan hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman.

7. Al-umrul mabruk (umur yang baroqah)
Umur yang baroqah itu adalah umur, yang selalu diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak nostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome).

Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan ALLAH. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang baroqah umurnya.Gambar

Tasawuf yang Bijaksana

Tersebutlah seorang penganut tasawuf bernama Nidzam al-Mahmudi. Ia tinggal di sebuah kampung terpencil, dalam sebuah gubuk kecil. Istri dan anak-anaknya hidup dengan amat sederhana. Akan tetapi, semua anaknya berpikiran cerdas dan berpendidikan. Selain penduduk kampung itu, tidak adayang tahu bahwa ia mempunyai kebun subur berhektar-hektar dan perniagaan yang kian berkembang di beberapa kota besar. Dengan kekayaan yang diputar secara mahir itu ia dapat menghidupi ratusan keluarga yang bergantung padanya. Tingkat kemakmuran para kuli dan pegawainya bahkan jauh lebih tinggi ketimbang sang majikan. Namun, Nidzam al-Mahmudi merasa amat bahagia dan damai menikmati perjalanan usianya.
Salah seorang anaknya pernah bertanya, `Mengapa Ayah tidak membangun rumah yang besar dan indah? Bukankah Ayah mampu?””Ada beberapa sebab mengapa Ayah lebih suka menempati sebuah gubuk kecil,” jawab sang sufi yang tidak terkenal itu.”Pertama, karena betapa pun besarnya rumah kita, yang kita butuhkan ternyata hanya tempat untuk dudukdan berbaring. Rumah besar sering menjadi penjara bagi penghuninya. Sehari-harian ia Cuma mengurung diri sambil menikmati keindahan istananya. Ia terlepasdari masyarakatnya. Dan ia terlepas dari alam bebas yang indah ini. Akibatnya ia akan kurang bersyukur kepada Allah.”
Anaknya yang sudah cukup dewasa itu membenarkan ucapan ayahnya dalam hati. Apalagi ketika sang Ayah melanjutkan argumentasinya, “Kedua, dengan menempati sebuah gubuk kecil, kalian akan menjadi cepat dewasa. Kalian ingin segera memisahkan diri dari orang tua supaya dapat menghuni rumah yang lebih leluasa. Ketiga, kami dulu cuma berdua, Ayah danIbu. Kelak akan menjadi berdua lagi setelah anak-anak semuanya berumah tangga. Jikalau Ayah dan Ibu menempati rumah yang besar, bukankah kelengangansuasana akan lebih terasa dan menyiksa?”
Si anak tercenung. Alangkah bijaknya sikap sang ayah yang tampak lugu dan polos itu. Ia seorang hartawan yang kekayaannya melimpah. Akan tetapi, keringatnya setiap hari selalu bercucuran. Ia ikut mencangkul dan menuai hasil tanaman. Ia betul-betul menikmati kekayaannya dengan cara yang paling mendasar. Ia tidak melayang-layang dalam buaian harta benda sehingga sebenarnya bukan merasakan kekayaan, melainkan kepayahan semata-mata. Sebab banyak hartawan lain yang hanya bisa menghitung-hitung kekayaannya dalam bentuk angka-angka. Mereka hanya menikmati lembaran-lembaran kertas yang disangkanya kekayaan yang tiada tara. Padahal hakikatnya ia tidak menikmati apa-apa kecuali angan-angan kosongnya sendiri.
Kemudian anak itu lebih terkesima tatkala ayahnya meneruskan, “Anakku, jika aku membangun sebuah istana anggun, biayanya terlalu besar. Dan biaya sebesar itu kalau kubangunkan gubuk-gubuk kecil yangmemadai untuk tempat tinggal, berapa banyak tunawisma/gelandangan bisa terangkat martabatnya menjadi warga terhormat? Ingatlah anakku, dunia ini disediakan Tuhan untuk segenap mahkluknya. Dan dunia ini cukup untuk memenuhi kebutuhan semua penghuninya. Akan tetapi, dunia ini akan menjadi sempit dan terlalu sedikit, bahkan tidak cukup, untuk memuaskan hanya keserakahan seorang manusia saja.”Gambar

Ketika Maut Datang Mendekat

Bila sesosok jasad di depanmu itu adalah kalian…
Mungkin pagi kemarin kalian masih berjalan2 dengan teman2 kalian…
Mungkin siang kemarin kalian masih sempat mendengar sayup-sayup tausiah…
Atau mungkin sempat sejenak tidur bersantai menikmati hari…
Mungkin sore tadi kalian masih tertawa dan bercanda bersama teman2 kalian…
… Tapi kini, inilah kalian, terbujur kaku…
Wajah cakap kalian tak bisa tersenyum lagi…
Tangan kuat kalian tak bisa diangkat lagi…
Pikiran cerdas kalian tak bisa berputar lagi…
Kaki lincah kalian tak bisa bergerak lagi…
Di kanan kirimu, mungkin ada ayah ibumu… atau ada saudara2mu… atau ada sahabat2mu…
Yang menangisi kepergianmu, tapi mereka tak bisa berbuat apa2…
Datanglah malaikat Munkar dan Nakir mendekat dan menanyakan kepada kalian…
Siapa Tuhanmu?
Apakah kau bisa menjawab lantang “Allah”? Lidahmu gemetar, ia tak bisa berbohong lagi, ia tak bisa kaugunakan lagiuntuk menutupi kepalsuanmu…
Aku ingin menjawab Allah, tapi, lidah ku ini tak bisa menyebutnya… yang kuingat adalah aku terlalu banyak mencintai duniaku… Siapakah nama yang selalu terngiang dalam pikiranku dan terucap dalam lisanku selama ini, teman? Bila selama ini dalam sehari-hari, yang kauingat bukanlah Allah,yakinkah kau masih bisa mengingatnya di alam kubur ini?Kalaupun engkau mengingatnya, yakinkah lidahmu tidak akan kaku karena tak terbiasa ia mengucapkan itu?
Saat yaumil hisab datang padamu… Seperti apakah kisah hidupmu ini kelak akan kau ceritakan? Tidak, saat itu lidah kalian dikunci. Akal cerdik kalian dihentikan. Saatnya kejujuran berbicara. Lihatlah tangan kalian, kelak ia akan akan menjawabkan apa yang telah kalian lakukan. Sentuhlah kaki kalian kelak dialah yang akan menjawabkan apa yang telah kalian lakukan. Rasakan hati kalian, kelak dialah yang akan berteriak tentang apa yang dia rasa dan niatkan selama ini. Mereka akan berteriak dengan tangis terpendam karena saat ituia tak bisa lagi berbohong menutupi kesalahanmu… tak bisa lagi membisu menahan aibmu…tak bisa lagi membelamu…
Setelah semua terungkap nanti… yang ada hanya tinggal penyesalan…
Apalah artinya rasa senangmu di dunia dulu?
Apa makanan enakmu siang tadi masih ada gunanya kini?
Apa novel yang kalian baca kemarin masih ada manfaatnya saat ini?
Atau film yang kau tonton minggu lalu masihkah menyenangkanmu kini?
Handphone yang baru kau beli itu, apakah ada di sampingmu saat ini?
Pujian-pujian temanmu bahwa kau hebat dalam berbagai hal apakah masih bisa kau banggakan kini?
Tatapan kagum adik-adik kelasmu, apakah masih dapat kau lihat kini?
Permintaan tolong dari orang-orang sekitarmu, apakah masih membuatmu merasa penting saat ini?
Bila setelah tirai diturunkan, tapi Drama telah usai. Perjalanan telah berakhir. Kamu turun dari panggung kehidupan dan di situlah hidupmu yang sebenarnya…

اَللّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِاْلاِسْلاَمِ وَاخْتِمْ لَنَا بِاْلاِيْمَانِ وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ

“Ya Alloh, akhirilah hidup kami dengan islam, akhirilah hidup kami dengan membawa iman, akhirilah hidup kami dengan husnul khotimah”Gambar

Penyesalan adalah suatu taubat

Sahabatku, taukah engkau bahwa Penyesalan adalah suatu taubat. suatu ketika Iblis berkata kepada Robbnya Dengan keagungan dan kebesaranMu aku tidak akan berhenti menyesatkan bani Adam selama mereka masih bernyawa. Lalu Alloh berfirman:Dengan keagungan dan kebesaranKu Aku tidak akan berhenti mengampuni mereka selama mereka beristighfar . Semua anak Adam pembuat kesalahan dan sebaik-baik pembuat kesalahan ialah mereka yg bertaubat. Dan Sesungguhnya Alloh menerima taubat hambaNya selama nyawa belum sampai ke tenggorokan. Alloh merentangkan tanganNya pada malam hari memberi kesempatan taubat bagi pelaku kesalahan pada siang hari dan merentangkan tanganNya pada siang hari memberi kesempatan taubat bagi pelaku kesalahan pada malam hari sampai kelak matahari terbit dari Barat .. Alloh juga menyukai seorang hamba mukmin yg terjerumus dosa tetapi pada akhirnya ia taubat nasuha. Apabila kamu melakukan dosa maka bertaubatlah. Apabila dirahasiakan maka taubatnya juga dirahasiakan dan apabila dosa itu terang-terangan maka taubatnya pun terang-terangan pula. Tiada sesuatu yg lebih disukai Alloh daripada seorangpemuda yg bertaubat. Orang yg bertaubat dari dosanya seperti orang yg tidak menyandang dosa. Tidak menjadi dosa besar sebuah dosa bila disertai dgn istighfar dan bukan dosa kecil lagi suatu perbuatan bila dilakukan terus menerus. ” Ya Alloh Engkaulah Tuhanku. Tiada Tuhan kecuali Engkau. Engkau Penciptaku dan aku hambaMu yg tetap dalam kesetiaan dan janjiku sepanjang kemampuanku. Aku kembali kepadaMu dgn kenikmatan dan kembali kepadaMu dgn dosaku. Maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada pengampun dosa dosa kecuali Engkau. Rasululloh pun bersabda: Barangsiapa mengucapkan doa itu dgn penuh keyakinan pada siang hari dan ternyata wafat pada hari itu sebelum senja maka dia tergolong penghuni surga. Barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dgn penuh keyakinan dan wafat sebelum subuh maka dia tergolong penghuni surga pula. Karena Sesungguhnya Alloh menurunkan kepadaku dua keselamatan bagi umatku. DIA tidak akan mengazab mereka sedang kamu berada diantara mereka dan Alloh tidak akan mengazab mereka yang beristighfar bila aku pergi maka aku tinggalkan istighfar kepadamu sampai hari kiamat. Seorang yg berbuat dosa lalu membersihkan diri kemudian ia sholat dan memohon ampunan kepada Alloh maka Alloh akan mengampuni dosanya. firman Alloh dalam surat Ali Imron ayat 135 ” Dan orang orang yg apabila melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah lalu memohon ampun atas dosa-dosa mereka dan siapa lagi yg dapat mengampuni dosa-dosa selain dari Alloh ? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan keji mereka itu sedang mereka mengetahui. Barang siapa memperbanyak istighfar maka Allooh akan membebaskannya dari kedukaan dan memberinya jalan ke luar bagi kesempitannya dan memberinya rezeki dari arah yg tidak diduga-dugan. Apabila kamu tidak pernah berbuat dosa maka Alloh Tabaroka Wata’ala akan menciptakan makhluk lain yg berbuat dosa kemudian Allah mengampuni merekaGambar